Minggu, 22 November 2009


PERKEMBANGAN MUKA BUMI ( PANGEA DAN GONDWANA )

Teori tentang gerakan benua menurut beberapa ahli sebagai berikut:
A. Afred Lothar Wegener ( 1880- 1930)
Teori ini disebut Apungan dan Pergeseran benua- benua mengungkapkan teori tersebut pada tahun 1912 dihadapan perhimpnan ahli geologi di Fankruf, Jerman. Teori tersebut diungkapkan pertama kalinya didalam sebuah buku pada tahun 1915 yang berjudul Die Enstehung der Kontinente und Ozeane ( asal ususl benua dan lautan).

Adapun titik tolak teori Wegener adalah:
1. Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika yang dulunya adalah daratan yang berhimpitan
2. Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauh daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter/tahu, sedangkan kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/ tahun.
Menurut Wegener, benua- benua sekarang ini dulunya merupakan satu benua yang disebut Pangea. Benua tunggal itu mulai memecahkan karena gerakan benua besar diselatan,baik kearah barat maupun kearah utara menuju khathulistiwa.

B. Descates
Teori ini mengemukakan eori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Suees. Menurut Rene Descartes ( 1596- 1650), bumi makin susut dan mengkerut karena pendinginan sehingga terjadi gunung- gunung dan lembah- lembah.

C. Edward Suess
Edward Suess ( 1831- 1914) merupakan teori lanjutan dari Descates tetapi Suess menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapatdi Amerika Selatan,India,Australia, dan Antartika disebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu pada awal mulanya yang merupakan satu benua dan disebut Benua Gondwana.

D. Tim peniliti Amerikat
Pada tahun 1969, ditemukan fosil tulang rahang binatang amfibi air tawar purba , yang disebut labyrintodont.



TEORI LEMPENG TEKTONIK BESERTA PERSEBARAN GUNUNG API SERTA GEMPA BUMI

Kerak bumi terbagi menjadi lempengan-lempengan, lempengan benua yang besar dan ada yang kecil terdapat retakan-retakan besar dikerak bumi. Lempengan- lempengan bergerak perlahan- lahan kearah permukaan bumi. Lempengan-lempengan tersebut bergerak saling menjauh dan dibeberapa tempat lain lempengan-lempengan itu bergerak saling mendekat dan betabrakan.

Didaerah yang lempengnya saling menjauh, timbul bahan lelehan dari dalam bumi melalui retakan-retakan, kemudian menjadi dingin dan membentuk batuan yang disebut basal. Basal yang timbul kemudian membentuk deretan pematang bawah samudera. Semakin banyak lelehan dan membentuk basal, mendorong Lempengan- lempengan bumi untuk semakin jauh berpisah hal ini menyebabkan melebarrnya dasar samudera. Pelebaran dasar samudera ini mendorong lempengan India- Australia kearah utara sehingga bertabrakan dengan Lempengan Eurasia.

Lempengan india-australia didorong kebawah lempengan Eurasia yang disebut penunjaman. Tabrakan kedua lempengan tersebut membentuk pegunungan Himalaya, yang terdapat busur gunung api di Indonesia, Parit Sunda dan Jawa, serta tanah tinggi Nugini.
Ketika pinggiran lempeng India-Austrlia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh kedalam bumi, dibawah Indonesia. Suhu yang sagat tinggi teah melelehkan pinggiran lempengan sehinga sehingga menghasilkan magma kemudian muncul melalui retakan dipermukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api.

Ada tiga sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia:
1. Sistem Sunda
2. Sistem Busur Tepi Asia
3. Sistem Sirkum Australia

Indonesia adalah daerah pertemuan rangkaian Sirkum Mediterania dan rangakaian Sirkum Pasifik, dengan proses pembentukn pegunungan yang masih berlansung sehingga terjadi gempa bumi, dimana pusat gempa bumi disebut hiposentrum.

Pada peta gempa ada beberapa macam garis yang dikenal, sebagai berikut:
1. Homoseista
2. Isoseista
3. Pleistoseita

Proses perambatan gempa bumi melalui 3 macam getaran:
1. Getaran Longitudinal
2. Getaran Transeversal
3. Getaran gelombang panjang

Dilihat dari intensitasnya, ada2 macam gempa, yaitu:
1. Makroseisme
2. Mikroseisme

Menurut sebab terjadinya, ada 3 macam gempa, yaitu:
1. Gempa runtuhan
2. Gempa Vulkanis
3. Gempa Tektonik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar